<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>social marketing Archives - Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</title>
	<atom:link href="https://ronif.com/tag/social-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ronif.com/tag/social-marketing/</link>
	<description>Blog Teknologi, Informasi Digital, &#38; Berita Teknologi Terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Nov 2023 05:02:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://ronif.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-android-chrome-512x512-1-1-32x32.png</url>
	<title>social marketing Archives - Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</title>
	<link>https://ronif.com/tag/social-marketing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Studi Pemasaran Influencer Terbaik Saat Ini</title>
		<link>https://ronif.com/studi-pemasaran-influencer-terbaik-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 13:39:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri digital marketing mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Itulah mengapa sangat penting bagi setiap internet marketer untuk melakukan penyesuaian dengan melakukan analisa terhadap data yang berhasil dikumpulkan di tahun-tahun sebelumnya. Trik marketing yang sedang tren saat ini bisa saja menjadi outdated dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Meningkatkan budget Ada beberapa hal mendasar yang perlu diterapkan pada internet marketing 2018. Yang pertama adalah dana yang lebih besar. Tren menunjukkan bahwa sebagian besar internet marketer meningkatkan budget mereka di tahun 2018 ini. Hanya sebagian kecil yang melakukan sebaliknya. Itu sedikit banyak menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap promosi online semakin tinggi. Profit biasanya berbanding lurus dengan biaya operasional. Semakin besar biaya yang bersedia digelontorkan untuk promosi, semakin besar pula profit yang bisa didapatkan. Di jaman sekarang, rasanya sangat wajar jika anda memutuskan untuk menambah budget campaign sebab mengumpulkan data dari berbagai platform tidak mudah. Selain itu, konsumen juga saat ini semakin pintar. Jika dulu mereka mengambil keputusan setelah melihat iklan di media cetak dan elektronik, sekarang banyak konsumen yang melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk membeli. Tantangan Influencer marketing merupakan tren baru di dunia digital yang marak dalam 2-3 tahun terakhir. Banyak perusahaan yang memanfaatkan jasa influencer untuk mempromosikan produk mereka. Sama seperti metode marketing lain, manajemen adalah hal utama. Jika anda tidak memiliki tim khusus untuk ini, solusinya adalah dengan memakai jasa pihak ketiga. Saat ini sudah tersedia turnkey service khusus untuk influencer marketing. Ini tidak hanya menghemat biaya, tapi juga bisa menghemat waktu anda. Influencer semakin profesional Seiring dengan semakin populernya promosi di jalur ini, influencer juga melakukan penyesuaian dengan meningkatkan kualitas konten mereka. Bahkan tak jarang influencer yang menjadikan endorse sebagai pendapatan utama mereka. Peran influencer sangat besar, bisa dibuktikan dengan tingginya user engagement mereka. Namun begitu, tidak semua dari mereka tahu bagaimana mempromosikan produk secara efektif. Sebaiknya pilih influencer yang paham bagaimana membujuk follower agar mau memakai produk/jasa yang ditawarkan. Pengguna sosmed tidak bodoh. Mereka tahu mana unggahan-unggahan yang disponsori dan mana yang bersifat personal. Rata-rata unggahan yang sponsored punya jumlah like lebih sedikit ketimbang unggahan langsung dari influencer. Tugas influencer adalah membuat agar unggahan sponsor mendapatkan engagement yang tinggi. Jika tidak, takutnya sponsor akan merugi, apalagi jika mereka sudah mengeluarkan dana besar untuk kampanye tersebut. Konten video semakin diminati Konten digital yang kerap dipergunakan untuk promosi adalah foto dan video. Meski video bukan media baru, tapi perannya semakin besar di industri digital marketing. Banyak konten yang belakangan viral berformat video. Maka dari itu, tak heran jika banyak pengusaha fokus membuat iklan video ketimbang foto. Para ahli menyebut bahwa konsumsi video hingga tahun 2020 akan mencapai 80% dari traffic global. Youtube menjadi salah satu bukti betapa konten video sangat diminati. Platform ini punya ‘staying power’ yang besar. Tidak hanya lebih menarik, namun video juga sangat baik dalam meningkatkan pemahaman terkait produk yang ditawarkan. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna internet lebih suka menonton video ketimbang membaca teks untuk mendapatkan informasi sebuah produk atau jasa. Instagram is the future Terlepas dari besarnya peran video, platform photo-sharing seperti Instagram masih mendapatkan tempat di hati masyarakat. Faktanya Instagram lebih dulu dikenal dengan fitur photo sharing-nya, hanya baru-baru ini saja fitur-fitr lain seperti video dan stories mulai dipergunakan. Popularitas seorang publik figur bisa dilihat dari social following mereka. Dari sekian banyak media sosial, Instagram masih menjadi salah satu yang teratas. Jumlah follower yang dimiliki oleh seorang publik figur sering dijadikan petunjuk seberapa besar pengaruh mereka di dunia maya. Keluarga Kardashian misalnya, besar ketika internet sedang berkembang pesat. Maka dari itu, tak heran jika hampir semua anggota keluarga tersebut punya social following yang besar. Unggahan-unggahan yang mereka posting punya raihan audiens tinggi, jadi wajar jika perusahaan berani membayar besar untuk mempromosikan produk di akun mereka.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/studi-pemasaran-influencer-terbaik-saat-ini/">Studi Pemasaran Influencer Terbaik Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Bagaimana Meningkatkan Awareness di Digital</title>
		<link>https://ronif.com/tips-bagaimana-meningkatkan-awareness-di-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 01:40:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial populer]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meningkatkan awareness di digital membutuhkan perjuangan. Kita tidak bisa berharap traffic datang secara langsung tanpa melakukan usaha apa-apa. Sekalipun bisnis yang anda kelola sudah cukup dikenal, tetap saja anda perlu mempromosikan akun media sosial agar bisnis lebih dikenal lagi. Transaksi jual-beli perlahan-lahan beralih ke internet. Meski transaksi offline masih menjadi pilihan utama, ke depannya kita akan melihat peran yang semakin besar dari transaksi digital. Alasan utamanya tentu saja kemudahan. Banyak orang lebih suka membeli produk secara online sebab mereka tidak perlu repot-repot datang ke toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Selain itu, harga juga lebih kompetitif. Nah, berikut ini adalah cara bagaimana meningkatkan awareness di digital. Manfaatkan semua media sosial Usaha yang dikelola perlu mendapatkan ‘push’ maksimal lewat berbagai media sosial. Jangan hanya bertumpu pada Facebook atau Twitter saja. Ada banyak platform lain untuk berpromosi, seperti LinkedIn, Instagram, Youtube, dsb. Memilih sosmed secara selektif bisa mengurangi potensi income sebab demografis dari setiap media sosial berbeda. Mungkin anda akan sedikit kerepotan dalam mengelola banyak akun, itulah mengapa disarankan untuk membentuk tim yang solid karena dengan begitu proses pengelolaan akan jauh lebih mudah. Perbarui secara konsisten Media sosial seharusnya menjadi wadah penyalur informasi perusahaan. Setiap ada event menarik seperti Flash Sale, Garage Sale, atau yang lainnya, pakailah akun sosmed untuk menyebarkan informasi tersebut. Jangan membuat akun hanya untuk ditelantarkan. Tidak peduli seberapa banyak follower yang dimiliki di Instagram atau Twitter, jika anda tidak akan dalam melakukan posting, user engagement akan menurun secara perlahan. Sering kita melihat akun-akun yang punya follower jutaan tapi jumlah likes di setiap postingnya hanya mencapai puluhan ribu saja. Itu tandanya follower enggan berpartisipasi, mungkin karena jarang melakukan update atau karena konten yang disajikan dianggap tidak menarik. Maka dari itu, lakukanlah update secara rutin disertai dengan konten berkualitas. Tingkatkan komunikasi dengan audiens Sebaiknya libatkan follower / fans pada akun media sosial. Salah satu caranya adalah dengan membuat poll. Buatlah poll dengan topik yang kiranya bisa menarik minat follower untuk berpartisipasi. Cara lainnya adalah dengan mengadakan program giveaway alias bagi-bagi gratis. Misalnya anda akan melaunching produk terbaru dalam waktu dekat. Berikanlah kesempatan bagi fans untuk mendapatkan produk secara gratis / free review dengan mengikuti sejumlah ketentuan, seperti membagikan post pada pengguna media sosial lain, memberikan hastag, dll. Dengan rutin mengadakan program seperti ini, niscaya user engagement akan meningkat. Yang juga penting adalah memberikan solusi untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Banyak konsumen menyampaikan keluhan mereka lewat media sosial. Jawablah keluh-kesah tersebut dengan jujur. Jangan bersikap defensif jika ada pertanyaan yang ‘menohok’ reputasi perusahaan. Jika konsumen komplain, perbaikilah kualitas layanan, jangan balik menyalahkan mereka. Jual kualitas Ada dua cara untuk menaikkan penjualan, yang pertama adalah meningkatkan kualitas produk, dan yang kedua adalah memberi insentif / promosi. Cara kedua memang efektif, tapi untuk jangka panjang, kualitas produk tetap memegang peran terpenting. Jika produk tidak punya nilai lebih, sebanyak apapun promo yang diberikan di awal, penjualan akan stagnan ke depannya. Sebaliknya, jika produk punya kualitas tinggi, tanpa promosi pun tetap akan laku. Tunjukkan bawah produk anda layak bersaing dengan produk serupa lainnya. Konsumen saat ini semakin selektif dalam memilih produk. Mereka akan mencari perbandingkan dengan membaca artikel dan berita. Akan sangat sulit menyembunyikan kualitas produk sebab konsumen biasanya sangat vokal. Mereka yang punya impresi negatif cenderung memberikan feedback yang negatif pula. Jika terus-menerus seperti ini, produk tersebut akan dicap jelek oleh masyarakat luas. Pakai visual menarik Mendeskripsikan sebuah produk perlu lebih dari sekedar kata-kata. Anda juga harus memberikan visual berkualitas, agar orang semakin tertarik lagi me-share produk di Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya. Ada banyak cara membuat foto terlihat lebih eye-catching. Jangan ragu menyewa fotografer profesional untuk membuatkan foto terbaik untuk setiap produk yang ditawarkan.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/tips-bagaimana-meningkatkan-awareness-di-digital/">Tips Bagaimana Meningkatkan Awareness di Digital</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Social Media Menjadi Profesional</title>
		<link>https://ronif.com/membuat-social-media-menjadi-profesional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 01:23:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[promosi media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengelola akun media sosial tidak sulit, tapi berbeda halnya jika akun tersebut merupakan akun bisnis. Ada pendekatan-pendekatan khusus yang perlu dilakukan sebab tujuan pebisnis membuat akun sosmed adalah untuk berpromosi. Meski brand yang dimiliki sudah berkembang, tapi tetap saja pengelolaan yang professional mutlak diperlukan agar konsumen tidak berpikiran negatif terhadap usaha anda. Berikut ini adalah beberapa tips membuat social media menjadi profesional: Buat konten berkualitas Anda harus fokus pada kualitas. Cari tahu konten seperti apa yang bisa meningkatkan user engagement. Jika konten yang di-share tidak menarik, orang juga enggan untuk membagikannya dengan yang lain. Ikutilah tren-tren terbaru. Hampir setiap hari ada saja tren-tren baru bermunculan di dunia maya. Dengan memasukkannya ke dalam konten sosmed, jumlah likes pasti akan meningkat. Ini merupakan cara sederhana yang banyak marketer terapkan sebab dampaknya memang sangat besar. Pelajari demografis Setiap jejaring sosial, mulai dari Facebook, Twitter, hingga Instagram punya demografis yang berbeda. Cara orang berkomunikasi lewat semua situs ini juga berbeda-beda. Twitter misalnya, unggahan yang konstan diketahui bisa menjaga jumlah retweet dan meningkatkan follower. Maka dari itu, pakailah platform ini secara bijak. Sampaikan aspirasi anda disertai dengan informasi berkaitan dengan bisnis yang dijalankan. Dengan begini, atensi orang terhadap brand / produk tsb akan meningkat. Meski jumlah unggahan berpengaruh terhadap engagement, sangat tidak disarankan untuk melakukan spam. Rata-rata orang malas ketika feed mereka dibanjiri oleh cuitan-cuitan tidak penting. Jadi meskipun anda perlu mempost secara konstan, kontennya tetap harus berada di ‘jalur yang benar’. Pakai tool untuk memudahkan kerja anda Tool-tool seperti Hootsuite sudah lama dipakai oleh marketer untuk membuat social media menjadi profesional. Sebenarnya ada banyak tool seperti ini, tapi Hootsuite digadang-gadang sebagai salah satu tool management terbaik. Jangan ragu berinvestasi pada layanan seperti ini sebab benefit yang ditawarkan sangat besar, terlebih untuk usaha besar yang mana pengelolaan manual mustahil untuk dilakukan. Biaya yang dipatok tidak terlalu besar, yaitu mulai dari $29 saja perbulannya. Dengan berlangganan, anda tidak hanya bisa mengelola berbagai akun media sosial, tapi juga melakukan posting terjadwal, melihat laporan dan analytics sebagai referensi untuk meningkatkan performa perusahaan. Meski bukan tool gratis, Hootsuite menyediakan free trial 30 hari. Selama periode ini, anda bisa melihat sendiri seperti apa teknis pemakaian hootsuite dan kinerjanya. Jika ada banyak hal positif yang diberikan, sebaiknya jangan ragu untuk beralih ke versi premium atau berbayarnya. Banyak pengusaha yang sudah merasakan langsung manfaat dari tool management seperti ini. Selain profit meningkat, brand mereka juga semakin dikenal luas. Telusuri insight social media Jika memungkinkan, anda bisa mengumpulkan data analytics dari setiap sosmed. Ini sangat penting agar anda tahu siapa sebenarnya target audiens anda. Berpromosi pada demografis yang salah akan berdampak pada penjualan. Contohnya, ketika sebuah akun punya follower yang kebanyakan adalah pria, maka berpromosi alat makeup akan sia-sia sebab pria kebanyakan tidak memakai makeup. Sebaliknya, jika sebuah akun punya banyak follower wanita, berpromosi fashion pria atau produk lain yang tidak relevan akan menurunkan potensi penjualan. Oleh sebab itu, pelajarilah siapa follower akun anda. Begitu pula saat anda ingin memakai jasa influencer untuk meningkatkan brand awareness, pastikan follower mereka sesuai dengan target audiens anda. Buat ciri khas Beberapa akun media sosial dari perusahaan-perusahaan ternama punya ciri khas, baik dalam hal gaya berbicara dalam unggahan, konten, maupun bagaimana mereka berpromosi secara implisit (tidak terang-terangan). Anda harus mengikuti cara ini sebab pengguna sosmed lebih tertarik jika mereka tahu ada ‘personality’ unik di balik akun yang diikuti. Anda bisa merekrut orang dengan selera humor tinggi atau tahu bagaimana berkomunikasi secara interaktif. Jadikanlah mereka admin di balik akun-akun sosmed yang dimiliki. Dengan begitu, follower dan fans akan lebih tertarik untuk mengikuti berita yang disajikan. Nah, itu tadi beberapa tips membuat social media menjadi profesional. Butuh waktu untuk menjadi ahli dalam bidang social marketing, tapi sekalinya anda fasih, ilmu tersebut bisa diterapkan untuk bisnis-bisnis yang akan dikelola selanjutnya.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/membuat-social-media-menjadi-profesional/">Membuat Social Media Menjadi Profesional</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menjual Produk di Facebook</title>
		<link>https://ronif.com/cara-menjual-produk-di-facebook/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2017 06:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[iklan Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[promosi online]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak faktor yang menentukan kesuksesan dalam berjualan di Facebook. Anda tidak bisa hanya mengandalkan satu metode marketing saja. Perlu kombinasi beberapa strategi agar bisa sukses berpromosi di jejaring sosial yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa cara menjual produk di Facebook. Buat Halaman Bisnis Halaman bisnis dibutuhkan bagi siapa saja yang memiliki usaha dan produk yang ingin diperkenalkan kepada konsumen. Jika pun anda sudah memilikinya, mungkin ada beberapa bagian yang perlu direvisi kembali agar terlihat lebih profesional. Kemudian, perhatikan opsi apa saja yang disediakan oleh Facebook. Facebook merupakan salah satu platform yang disukai oleh penjual sebab punya banyak fitur untuk toko online. Jika anda ingin memperkenalkan produk tertentu, silakan upload data produk kemudian tambahkan payment processor agar anda akan lebih mudah untuk melakukan pembayaran ketika ingin berpromosi. Tidak usah takut berinvestasi sebab sosial media yang satu ini punya begitu banyak pengguna. Anda tidak akan kesulitan untuk meningkatkan penjualan asalkan iklan ditampilkan pada target audiens yang tepat. Listing produk secara detil Setiap produk yang di-listing harus dipaparkan secara jelas. Tambahkan deskripsi seperti ukuran, warna, motif, dan yang lainnya. Selain itu, kami juga menyarankan anda untuk menambahkan metode pembayaran, biaya kirim, dll. Jika semuanya sudah lengkap, konsumen akan lebih mudah dalam melakukan pemesanan. Mereka tidak akan bertanya berulang kali kepada anda sebelum memutuskan untuk melakukan order. Informasi penting yang juga perlu ditampilkan adalah kontak email dan nomor telepon. Tujuannya adalah untuk memudahkan konsumen menghubungi customer service ketika menemui kesulitan. Banyak konsumen merasa enggan membeli produk sebelum mereka mendapatkan informasi yang jelas. Untuk meng-handle tipe konsumen yang satu ini, cara terbaik adalah dengan membuat mereka paham soal produk yang ingin dipesan. Jika sudah merasa yakin, biasanya mereka tidak akan ragu untuk langsung  melakukan pemesanan. Pakai platform e-Commerce Kemudian, anda juga bisa memakai platform e-Commerce untuk berjualan di Facebook, seperti Shopify, Ecwid, Bigcommerce, dll. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi ada satu yang pasti, bahwa semua platform ini memungkinkan anda melisting produk di toko Facebook dengan mudah. Ada beberapa pilihan lain, tapi fokus dulu pada ketiga platform ini. Keuntungan lainnya adalah anda bisa menghemat banyak waktu dan tenaga sebab dengan mengintegrasikan toko yang dimiliki, anda tidak perlu memasukkan data produk berulang kali. Tambahkan visual Yang juga penting adalah publikasikan produk beserta gambar berkualitas. Jangan lupa untuk memberikan link langsung menuju toko Facebook anda. Banyak yang beranggapan bahwa visual bukan merupakan hal penting dalam berjualan online. Anggapan tersebut salah besar. Justru visual merupakan salah satu faktor kunci dalam menunjang keberhasilan promosi online. Ingatlah bahwa konsumen tidak berkesempatan untuk melihat langsung produk yang anda jual. Oleh sebab itu, tampilkan visual yang berkualitas supaya mereka lebih tertarik untuk membelinya. Pakai iklan berbayar Agar penjualan semakin meningkat, manfaatkan opsi iklan berbayar yang sudah disediakan oleh Facebook. Ada berbagai jenis iklan yang bisa anda pasang secara bersamaan. Silakan review kembali jenis iklan yang paling anda butuhkan. Sebaiknya kombinasikan beberapa jenis iklan dan lakukan testing untuk mencari tahu jenis iklan mana yang paling efektif untuk mendatangkan penjualan. Sekali lagi, jangan takut berinvestasi pada iklan berbayar sebab Return Of Investment-nya pasti akan lebih cepat jika anda mau mengeluarkan biaya untuk beriklan. Target iklan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya jika anda menyasar pekerja berusia 20-30an, anda bisa menyortir target audiens berdasarkan data tersebut. Nah, itu tadi cara menjual produk di Facebook.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/cara-menjual-produk-di-facebook/">Cara Menjual Produk di Facebook</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Periklanan Di Media Sosial Yang Patut Dicoba</title>
		<link>https://ronif.com/program-periklanan-di-media-sosial-yang-patut-dicoba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2017 11:53:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[program periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beriklan di media sosial memberikan banyak keuntungan. Di samping fanbase yang besar, media sosial juga punya pengguna dari berbagai latar belakang. Jadi anda bisa memaksimalkan efektivitas promosi dengan mencari tahu karakteristik pengguna dari setiap media sosial. Promosi di sosmed sangat fleksibel, artinya anda bisa menentukan budget berapapun. Waktu promosi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ada pula opsi targeting yang memungkinkan iklan dibaca hanya oleh pengguna tertentu saja. Kali ini kami ingin membahas beberapa program periklanan di media sosial yang patut dicoba. Facebook Dynamic Ads Layanan periklanan ini diperkenalkan oleh Facebook sekitar 2 tahun lalu. Sudah banyak yang membuktikan efektivitasnya. Fitur yang tersedia juga beragam, termasuk retargeting untuk e-commerce dan retailer. Sejak pertama kali diluncurkan, Facebook Dynamic ads sudah mendapatkan beragam pembaruan dari segi fitur. Yang terbaru adalah fitur audiens untuk targeting yang lebih baik. Dengan fitur ini, advertiser berpeluang meraih pengguna di luar orang-orang yang sudah pernah mengunjungi website mereka. Ini tentu sangat baik sebab memperkenalkan produk kepada pengguna baru merupakan tujuan utama dari promosi. Ketika sudah nyaman dengan sebuah teknik promosi, jangan lupa untuk mengeksplor teknik promosi lain sebab kemungkinan besar audiens yang dimiliki benar-benar berbeda. Jangan hanya terpaku hanya pada satu metode saja. Kombinasikan dengan metode lain agar iklan bisa dilihat oleh lebih banyak orang. Tentu tidak mudah untuk mencari orang-orang baru, tapi ada algoritma khusus pada layanan ini yang memungkinkan advertiser men-track visitor berdasarkan tingkah laku mereka di internet. Snapchat ads Fitur ini sudah ada sejak sebulan lalu. Pengguna diperbolehkan memakai data dari pihak ketiga untuk targeting iklan. Meski fitur serupa sudah ada pada media sosial lain, tapi untuk snapchat ini merupakan yang pertama kali. Mereka bekerjasama dengan Oracle Data Cloud untuk melayani advertiser yang ingin memperluas target audiens mereka. Ada banyak fitur menarik lainnya, seperti One Hundred Targeting Audiences dan Snap Audience Match. Kerjasama dengan pihak ketiga membuat Snapchat menjadi platform yang tepat untuk berpromosi. Siapapun bisa beriklan disini, baik perusahaan yang baru merintis atau yang sudah established. Snapchat bisa menjadi alternatif jika semua metode promosi sudah dijalankan, seperti periklanan media cetak dan elektronik. Snapchat punya pengguna aktif yang berasal dari kalangan muda. Jadi jika anda ingin mempenetrasi pasar ini, cobalah berpromosi disini. Pinterest promoted pins Pinterest juga punya fitur berbayar untuk membangun reputasi brand. Pinterest merupakan salah satu jejaring sosial terpopuler. Ada banyak fitur keren yang ditawarkan, salah satunya adalah promoted pins untuk aplikasi. Fitur ini untuk sementara hanya bisa dipergunakan pada perangkat berbasis iOS. Versi Android diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat. Banyak internet marketer yang mendapatkan feedback positif dari layanan ini, jadi anda juga perlu mencobanya. Pinterest memiliki fanbase yang punya ketertarikan besar terhadap ide-ide baru. Jadi menurut kami strategi marketing ini bisa diaplikasikan pada bisnis apa saja. Tidak ada salahnya mencoba dan mencari tahu apa dampaknya terhadap brand perusahaan anda. Cara kerjanya mirip dengan iklan berbayar lain. Yaitu pengguna akan diantarkan menuju halaman instalasi aplikasi. Mereka akan lebih mengenal produk dan layanan anda setelah melakukan menginstalasi aplikasi dan menjalankannya. Karena berbasis aplikasi, anda terlebih dahulu harus mengembangkan aplikasi yang berkualitas. Kembangkan lagi user interface dan perbaiki bug yang ada. Kalau sudah siap, silakan promosikan dengan promoted pins. Itu tadi beberapa program periklanan di media sosial yang patut dicoba.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/program-periklanan-di-media-sosial-yang-patut-dicoba/">Program Periklanan Di Media Sosial Yang Patut Dicoba</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memakai Endorsement Untuk Meningkatkan Popularitas Brand</title>
		<link>https://ronif.com/memakai-endorsement-untuk-meningkatkan-popularitas-brand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2017 11:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[promosi online]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2223</guid>

					<description><![CDATA[<p>Endorsement bukan hal yang baru di bidang promosi online. Ketika kita melihat halaman Instagram selebritis, mereka seringkali mengunggah foto-foto berbau promosi. Alasannya mungkin bukan karena mereka suka dengan produk tersebut, tapi dibayar oleh pengiklan. Kebanyakan foto yang diunggah adalah promoted content atau produk dari sebuah perusahaan. Perusahaan membutuhkan jasa instagrammer populer untuk meningkatkan reputasi brand mereka. Semakin banyak follower yang dimiliki, semakin tinggi bayarannya. Metode promosi seperti ini bukan hal baru. Bahkan sebelum Instagram mencuat ke permukaan, sudah ada yang namanya brand ambassador. Mereka ini adalah orang-orang yang didaulat untuk mempromosikan produk sebuah perusahaan. Brand ambassador tidak hanya harus dikenal luas, tapi juga punya citra positif  di mata masyarakat. Memakai endorsement untuk berpromosi merupakan cara yang efektif agar orang tahu produk dan layanan yang ditawarkan. Namun begitu, promosi seperti ini tergolong mahal, jadi anda perlu lebih teliti dalam memilih siapa yang akan diajak bekerjasama. Nantinya endorser akan diminta untuk mempromosikan produk di akun media sosial, secara offline, dan lewat iklan TV. Jangan ragu memakai endorsement untuk meningkatkan popularitas brand. Sekalipun biaya yang dikeluarkan besar, tapi hasilnya sepadan. Ada berbagai metode yang bisa diterapkan. Selain mendekati endorser secara langsung, anda juga bisa mengundang mereka untuk mengikuti program undian. Hadiahnya harus bernilai tinggi sebab orang-orang dengan fanbase besar jarang mau membuang waktu mereka untuk mempromosikan produk yang imbalannya tidak sepadan. Pemakaian endorsement bisa dilihat pada event Super Bowl yang dihelat baru-baru ini. Beberapa perusahaan merekrut pengguna media sosial / social influencer untuk mempromosikan produk mereka. Beberapa berkesempatan untuk memenangkan hadiah yang menggiurkan, seperti produk gratis dan uang tunai. Tugas yang harus dilakukan beragam, mulai dari men-tweet produk hingga mengunggahnya di akun instagram. Semakin sering diposting, tentu semakin meningkat pula brand awareness produk bersangkutan. Alhasil penjualan pun akan meningkat. Manfaat endorsement Endorsement tidak hanya bisa dipakai untuk meningkatkan penjualan saja. Banyak yang memanfaatkannya untuk memeriahkan event-event tertentu. Iya, para social influencer ini terkadang diminta untuk berbagi informasi di media sosial, sekalipun tidak ada kaitannya sama sekali dengan promosi produk. Jenis endorsement lain yang juga populer adalah product placement. Anda mungkin pernah menonton video dari vlogger favorit yang isinya seputar review produk. Kemungkinan besar video tersebut merupakan iklan berbayar. Jadi ia diminta oleh perusahaan mempromosikan produknya di dalam video dengan imbalan berupa uang atau produk. Product placement juga sering ditampilkan pada video musik dan jenis konten lainnya. Acara launching pun sering memakai endorsement. Misalnya sebuah perusahaan kosmetik akan mengeluarkan koleksi untuk holiday season. Menjelang peluncurannya, perusahaan akan mulai mengirim sampel produk kepada makeup guru yang punya banyak follower. Mereka mendapatkan produk tersebut secara gratis sebagai bahan review. Ini sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk tersebut. Alhasil, proses launching pun akan berjalan lancar dan secara langsung berdampak pada penjualan. Ketahui target audiens Memilih social influencer tidak boleh sembarangan. Ini bukan hanya soal reputasi bersangkutan, tapi juga soal biaya. Semakin besar nama yang dimiliki, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk merekrut influencer tersebut. Jadi sebaiknya anda lebih teliti lagi memilih orang untuk diajak bekerjasama dalam mempromosikan produk. Cari tahu reputasi mereka, kualitas follower mereka, dll. Setelah merasa yakin, baru libatkan mereka di dalam promosi. Itu tadi manfaat memakai endorsement untuk meningkatkan popularitas brand.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/memakai-endorsement-untuk-meningkatkan-popularitas-brand/">Memakai Endorsement Untuk Meningkatkan Popularitas Brand</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Promosi Harus Berorientasi Pada Orang, Bukan Perangkat</title>
		<link>https://ronif.com/promosi-harus-berorientasi-pada-orang-bukan-perangkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2017 12:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketer]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin kita sudah membahas seputar cross-device marketing. Meski teknik ini efektif, namun anda tetap harus ingat bahwa yang melakukan pembelian bukanlah perangkat, melainkan orang yang berada di balik perangkat tersebut. Maka dari itu, anda harus melakukan penyesuaian agar calon konsumen tertarik untuk memakai produk yang ditawarkan. Tugas utama dari seorang internet marketer adalah untuk membangun percakapan dengan klien hingga ia memutuskan untuk melakukan pembelian. Jadi meski optimasi perangkat sangat penting, anda tetap harus melakukan pendekatan secara personal. Memang tidak semua percakapan akan berakhir dengan pembelian. Bahkan lebih sedikit lagi yang akan berubah menjadi pelanggan tetap. Namun itu seharusnya tidak menjadi halangan. Katakanlah konversi hanya 5-10%, itu sudah cukup besar dan memberikan profit yang signifikan. Pendekatan di media sosial Ketika berbicara soal promosi harus berorientasi pada orang, maka social media seperti Facebook dan Instagram merupakan pilihan yang tepat. Interaksi pengguna pada media sosial sangat tinggi. Buatlah beberapa akun sosmed, lalu kelola secara profesional. Pasang header agar orang tahu brand dan logo dari perusahaan anda. Kemudian tambahkan pula informasi lengkap seputar perusahaan, mulai dari alamat, latar belakang, visi &#38; misi, kontak, dll. Banyak orang memiliki beberapa perangkat yang berbeda. Jadi mereka tidak hanya online lewat Smartphone saja, tapi juga sesekali lewat laptop dan perangkat lainnya. Tidak peduli seberapa banyak perangkat yang anda miliki, tetap saja yang berada di baliknya adalah orang yang sama. Lakukanlah penyesuaian promosi untuk klien tersebut. Track IP address Cara lain untuk mengetahui orang di balik sebuah perangkat adalah lewat IP address. Dari sekian banyak pengguna internet, ada sebagian yang memakai IP statis. Anda bisa memakai tool untuk mem-filter IP mereka. Kumpulkan infomasi login sebab dari sana anda bisa mencari tahu apakah seseorang memiliki beberapa perangkat yang berbeda. Namun kesalahan juga sering terjadi jika anda tidak teliti. Hanya karena IP address atau HTTP header data sama, bukan berarti pemiliknya adalah orang yang sama. Yang dibutuhkan disini adalah observasi dan algoritma. Perlu pengumpulan data yang konstan untuk meyakinkan anda bahwa seseorang terkoneksi dengan beberapa perangkat berbeda. Keuntungan promosi pada orang Tujuan promosi yang berorientasi pada orang jelas, yaitu agar anda tidak membuang-buang budget. Ketika ada 4 perangkat berbeda dimiliki oleh orang yang sama, akan sangat konsumtif bila anda menerapkan promo yang sama untuk semua perangkat tersebut. Itulah mengapa anda perlu melakukan analisa seputar pengguna perangkat, bukan hanya perangkatnya saja. Pemikiran calon konsumen bisa berubah ketika ia melihat iklan pada beberapa perangkat berbeda. Perusahaan yang memasang iklan secara masif umumnya mendapatkan kepercayaan lebih dari para konsumen. Misalnya ketika seseorang melihat iklan pada Smartphone, kemudian ia kembali melihat iklan tersebut pada desktop ia akan lebih tertarik untuk mencari tahu lebih banyak soal iklan bersangkutan. Alhasil, kemungkinan terjadinya penjualan akan lebih besar. Promosi berulang memang penting, namun tetap harus ada diversifikasi konten agar pembaca tidak jenuh. Anda bisa menghemat budget, tapi jangan keterlaluan. Iklan yang jarang muncul justru bisa membuat anda rugi. Keunikan dari kampanye iklan masif adalah orang jadi tertarik untuk membicarakannya. The word of mouth tidak bisa disepelekan ketika sudah berbicara soal promosi online. Setelah berhasil mengidentifikasi seorang konsumen dan perangkat yang dimiliki, akan lebih mudah bagi anda untuk melakukan promosi berkelanjutan pada semua perangkat tersebut. Jadi kesimpulannya, promosi harus berorientasi pada orang, bukan perangkat.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/promosi-harus-berorientasi-pada-orang-bukan-perangkat/">Promosi Harus Berorientasi Pada Orang, Bukan Perangkat</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Email Marketing Vs Social Marketing, Pilih Yang Mana?</title>
		<link>https://ronif.com/email-marketing-vs-social-marketing-pilih-yang-mana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2017 07:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[email marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial telah mengukuhkan diri sebagai salah satu alat promosi paling efektif saat ini. Jadi wajar jika banyak pebisnis memakai media sosial untuk memperkenalkan produk mereka. Email juga tidak kalah efektifnya. Email sudah dipergunakan jauh sebelum situs jejaring sosial booming di tengah-tengah kita. Anda mungkin merasa bingung harus fokus ke mana. Berbicara soal email marketing vs social marketing, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa penerapan kedua strategi ini berbeda. Pengguna email sangat besar, begitu pula dengan media sosial. Registrasi di situs-situs media sosial kerapkali membutuhkan email. Jadi dari sini bisa kita lihat bahwa pengguna email dan medsos bisa bersinggungan. Bagi anda yang sedang menjalankan promosi lewat email, jangan hentikan kampanye tersebut sebab email sampai kapanpun akan tetap dibutuhkan oleh pengguna internet. Sementara bagi anda yang baru mencoba promosi lewat jejaring sosial, tingkatkan lagi penggunaannya. Ada begitu banyak media sosial dengan demografis yang berbeda-beda. Instagram contohnya memiliki fanbase yang terdiri atas orang-orang yang menyukai visual. Sementara Twitter merupakan wadah bagi mereka yang suka mengomentari topik-topik hangat yang sedang ada di masyarakat. Keduanya punya keunggulan Satu hal yang pasti, yaitu bahwa media sosial dan email punya keunggulan. Cari benang merah diantara keduanya sebab kedua strategi marketing ini bisa berjalan secara beriringan. Medsos punya ketergantungan terhadap email. Proses registrasi dan aktivasi akun seringkali melibatkan email. Begitu pula jika lupa password, anda perlu melakukan reset lewat email. Dengan pengguna lebih dari 2,6 milyar di seluruh dunia, email marketing masih menjadi sesuatu yang profitable. Angka ini lebih besar dari aktivitas pengguna Facebook dan Twitter. Maka dari itu, jangan pernah remehkan kekuatan email untuk mendatangkan traffic menuju website dan meningkatkan penjualan. Hampir semua orang yang bergelut di dunia maya tahu dan paham cara menggunakan email. Hal yang sama juga terjadi pada jejaring sosial. Seiring dengan semakin bertambahnya pilihan medsos, orang semakin paham cara penggunaannya meskipun setiap situs punya layout dan menu yang berbeda-beda. Instagram, pinterest, facebook, dan twitter, semuanya punya interface yang berbeda. Tapi karena sering dipakai, kita tidak kesulitan untuk memahami penggunaan semua akun tersebut. Berbeda dalam cara berinteraksi Berinteraksi dengan seseorang via email hanya dimungkinkan jika email tersebut masuk ke inbox penerima. Jika email masuk ke spam, bisa jadi email tidak akan dibaca. Kemudian, interaksi umumnya bersifat dua arah, meskipun tembusan bisa dikirimkan ke banyak alamat email sekaligus. Ketika penerima email memberikan feedback, anda bisa menjawab dan komunikasi pun akan terjalin. Anda bisa menawarkan produk dan layanan secara langsung. Komunikasi lewat email terkesan lebih personal. Fitur komunikasi personal seperti ini juga ada di jejaring sosial, yaitu dengan DM atau direct message. Tapi ada satu hal yang khas dari media sosial, yaitu bahwa update informasi yang diberikan bisa secara langsung dilihat oleh semua follower. Pada email, kita perlu menulis banyak alamat jika ingin mengirimkan pesan secara massal. Tapi pada Facebook, Twitter, atau Instagram, anda tidak perlu repot memberikan notifikasi satu persatu. Cukup posting status atau gambar yang diinginkan, semua follower atau fans setia bisa melihatnya di halaman mereka. Interaksi pun bisa dilakukan secara terbuka, meski jika ingin lebih personal anda bisa berkirim DM kepada user tertentu. Ini membuat jejaring sosial tampak lebih praktis, tapi fungsi email tetap tidak tergantikan. Sama-sama membutuhkan kreativitas Baik promosi lewat email dan media sosial sama-sama membutuhkan kreativitas. Anda perlu membuat konten yang menggugah rasa penasaran agar fans atau penerima email merasa tertarik untuk mengklik link yang diberikan. Jadi, manakah yang akan anda dahulukan, email marketing vs social marketing?</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/email-marketing-vs-social-marketing-pilih-yang-mana/">Email Marketing Vs Social Marketing, Pilih Yang Mana?</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Media Sosial Akan Seperti Apa?</title>
		<link>https://ronif.com/masa-depan-media-sosial-akan-seperti-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2017 12:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial populer]]></category>
		<category><![CDATA[promosi media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial memiliki masa depan yang cerah seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan internet. Fenomena-fenomena baru seperti Facebook dan Instagram akan terus bermunculan. Itu juga mendorong semuanya untuk bersaing lebih ketat. Masa depan internet marketing via media sosial akan seperti apa? Kita hanya bisa memprediksi, tapi keputusan berada di tangan masing-masing perusahaan. Facebook kemungkinan akan berganti tampilan lagi, begitu pula dengan media sosial yang lain. Prediksi ini merujuk pada beberapa perubahan yang sudah-sudah. Instagram juga baru-baru ini merubah tampilannya. Itu tidak lain untuk menjaga agar konsumen tidak  merasa bosan. Jika anda ingin tahu masa depan media sosial akan seperti apa, simak ulasan lengkapnya berikut ini. Personalisasi Media sosial memberikan semakin banyak fleksibilitas kepada para penggunanya untuk mengatur tampilan akun mereka. Kita bisa melihat perubahan ini pada beberapa platform, seperti Instagram dan Twitter. Ke depannya fitur personalisasi akan lebih banyak diberikan, jadi anda bisa mengatur tampilan akun anda sesuai dengan keinginan. Anda bisa menentukan tipe konten yang ingin ditampilkan pada news feed. Anda juga bisa mendisable kolom komentar seperti yang sudah disediakan oleh Instagram. Personalisasi memberikan banyak keuntungan. Selama ini media sosial identik dengan berkurangnya privasi. Tapi seiring waktu, perusahaan mulai melihat betapa pentingnya memberikan privasi kepada pengguna. Fitur-fitur baru tersebut dirancang agar pengguna bisa lebih personal dalam mengelola akunnya. Iklan berbayar Facebook Ads termasuk inovasi baru. Sekarang fitur serupa juga bisa ditemukan di media sosial lain. Jika anda ingin lebih terkenal, maka anda perlu membayar. Sebenarnya paid advertising bukan hal yang baru, tapi ke depannya hal-hal seperti ini akan menjadi semakin lumrah. Jadi persiapkanlah budget lebih untuk melakukan promosi online sebab semuanya akan serba berbayar nantinya. Namun begitu, bukan berarti yang gratis tidak ada lagi. Hanya saja jika anda ingin mengembangkan bisnis dengan cepat, iklan berbayar adalah pilihan yang paling tepat. Monopoli Beberapa platform yang sudah punya nama kemungkinan akan berusaha semakin menguasai pasar. Google adalah salah satu perusahaan IT yang terus melebaran sayapnya ke berbagi bidang. Untuk saat ini, yang paling berpotensi menyamai capaian Google adalah Facebook. Facebook sudah mengakuisisi Instagram, salah satu platform terpopuler saat ini. Jika Facebook sukses untuk menaungi beberapa platform populer lain, maka posisi perusahaan ini akan semakin kuat. Dan jika semua media sosial tersebut disatukan, tentu user experience juga akan meningkat. Kita akan merasa lebih nyaman saat memakai media sosial yang terintegrasi antara satu sama lain. Segmentasi Seiring dengan semakin banyaknya platform-platform baru bermunculan, kita juga akan melihat adanya segmentasi. Faktanya media sosial tidak bisa memenuhi kebutuhan semua konsumen. Sosmed seperti Snapchat punya fans yang sangat spesifik. Snapchat dikenal karena keunikannya dalam menampilkan feed video. Hal yang sama juga ditawarkan oleh Vine dan yang lainnya. Semua platform ini mencoba untuk menjaring target audiens yang lebih spesifik agar mereka lebih cepat berkembang. Karena menjadi spesialis di nichenya, media sosial tersebut juga menawarkan fitur unik yang jarang ditemukan pada platform lain. Dengan segmentasi seperti ini, pengguna media sosial akan memiliki lebih banyak pilihan. Mereka bisa menginstal aplikasi yang sesuai dengan interest. Diversifikasi adalah salah satu cara untuk meng-counter monopoli yang coba dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Realitas virtual Apa jadinya ya jika fitur realitas virtual dihadirkan pada media sosial? Hanya ada satu kata untuk mengungkapkannya, yaitu Keren! Inovasi realitas virtual sudah mulai booming beberapa tahun terakhir, ke depannya fitur ini akan lebih mutakhir dalam pengembangannya. Itu tadi sekilas tentang masa depan media sosial.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/masa-depan-media-sosial-akan-seperti-apa/">Masa Depan Media Sosial Akan Seperti Apa?</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Menarik Minat Generasi Milenial?</title>
		<link>https://ronif.com/bagaimana-cara-menarik-minat-generasi-milenial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2017 07:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[generasi milenial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2043</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap generasi punya karakteristik yang berbeda. Kawula muda yang menjadi rekan anda saat ini kemungkinan besar masuk ke dalam generasi milenial. Ini adalah orang-orang yang lahir sebelum tahun 2000, tepatnya dari tahun 1981-1994. Lalu, mengapa pendekatan marketing untuk generasi milenial harus berbeda? Karena biasanya kaum ini lebih melek teknologi dan internet dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Ada kecenderungan kelompok yang lebih tua tidak memakai media sosial. Tapi generasi milenial, mungkin hampir semuanya sudah terjamah oleh teknologi internet. Lalu, bagaimana cara menarik minat generasi milenial? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa diantaranya: Cari tahu dimana mereka Maksudnya disini adalah cari tahu dimana orang-orang ini suka berkumpul. Facebook dan Twitter, mungkin sudah semuanya tahu aplikasi ini. Tapi Vine dan Snapchat? Ini hanya 2 jenis aplikasi dimana kawula muda sering berkumpul. Mereka tertarik dengan konten-konten visual dan suka membuat video viral. Statistik terakhir menunjukkan bahwa golongan ini menghabiskan setidaknya 3 jam perhari untuk memakai perangkat mobile. Dan sebagian besarnya dipakai untuk berkomunikasi di sosial media. Jadi jelas, jika anda ingin meraih konsumen dari generasi ini, perbanyaklah melakukan social marketing. Trending topik seperti dubsmash dan yang lainnya, merekalah pencetusnya. Jadilah member di media-media sosial ini. Lakukan promosi secara simultan dengan cara membuat konten yang menggugah rasa penasaran mereka. Dengan begitu, mereka akan mengapresiasi konten yang anda sajikan, sekalipun ada muatan promosi di dalamnya. Pekerjakan mereka Generasi milenial ada yang masih bersekolah dan ada pula yang sudah bekerja. Cobalah untuk menyewa orang-orang dari generasi ini yang butuh pekerjaan. Banyak orang dari golongan ini adalah ahli IT yang sudah paham betul seluk-beluk dunia teknologi komputer dan internet. Anda bisa mempekerjakan mereka untuk keperluan apa saja di dalam managerial perusahaan. Orang-orang dari generasi ini sangat bisa diandalkan sebab selain cerdas, mereka juga sangat relevan di era internet. Mereka akan membuat bisnis anda tetap up-to-date atau tidak ketinggalan jaman. Berbicara seperti mereka Anak-anak muda jaman sekarang punya cara mereka sendiri untuk berkomunikasi antara satu sama lain. Formalitas di dalam berbahasa seringkali dikesampingkan. Oleh sebab itu, kita akan mendapati banyak kosakata baru saat berkomunikasi dengan mereka. Nah, untuk membuat promosi lebih efektif, anda bisa memakai pendekatan ini. Sebenarnya anda bisa membuat konten video memakai bahasa formal, tapi jika ingin lebih dekat mereka, sebaiknya tiru bagaimana mereka saat berbicara. Contoh sederhananya adalah kata sapaan ‘Anda’ dirubah menjadi ‘Loe’ atau ‘Kamu’. Kata ‘Anda’ masih dipakai secara luas di ranah bisnis terutama berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya resmi atau formal. Tapi kata-kata seperti Loe, Gue, Guys, Bro, dll juga sudah akrab di telinga kita karena sering dipakai oleh kawula muda. Jadi tidak ada kesan asing saat Youtuber memakainya di video-video mereka. Sebenarnya masih ada banyak lagi kosakata yang tidak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia tapi dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia maya. Pakai saja selagi kata-kata tersebut tidak berkonotasi negatif. Meningkatan pemakaian teknologi Teknologi sudah menjadi kebutuhan dasar kita. Maka dari itu, untuk meningkatkan efektivitas promosi kepada user milenial, tingkatkan pemakaian teknologi. Ini bisa dimulai dengan mempelajari tingkah laku mereka dengan meng-outsource jasa pihak ketiga. Kemudian, anda bisa menelusuri minat mereka lewat software-software khusus. Jangan lupa untuk membuat konten audio, visual, dan video, lalu posting pada semua akun media sosial yang dimiliki. Nah, itu tadi beberapa cara menarik minat generasi milenial.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/bagaimana-cara-menarik-minat-generasi-milenial/">Bagaimana Cara Menarik Minat Generasi Milenial?</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/159 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis

Served from: ronif.com @ 2026-09-21 01:35:57 by W3 Total Cache
-->