<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>media sosial Archives - Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</title>
	<atom:link href="https://ronif.com/tag/media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ronif.com/tag/media-sosial/</link>
	<description>Blog Teknologi, Informasi Digital, &#38; Berita Teknologi Terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Nov 2023 05:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://ronif.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-android-chrome-512x512-1-1-32x32.png</url>
	<title>media sosial Archives - Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</title>
	<link>https://ronif.com/tag/media-sosial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Studi Pemasaran Influencer Terbaik Saat Ini</title>
		<link>https://ronif.com/studi-pemasaran-influencer-terbaik-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 13:39:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri digital marketing mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Itulah mengapa sangat penting bagi setiap internet marketer untuk melakukan penyesuaian dengan melakukan analisa terhadap data yang berhasil dikumpulkan di tahun-tahun sebelumnya. Trik marketing yang sedang tren saat ini bisa saja menjadi outdated dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Meningkatkan budget Ada beberapa hal mendasar yang perlu diterapkan pada internet marketing 2018. Yang pertama adalah dana yang lebih besar. Tren menunjukkan bahwa sebagian besar internet marketer meningkatkan budget mereka di tahun 2018 ini. Hanya sebagian kecil yang melakukan sebaliknya. Itu sedikit banyak menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap promosi online semakin tinggi. Profit biasanya berbanding lurus dengan biaya operasional. Semakin besar biaya yang bersedia digelontorkan untuk promosi, semakin besar pula profit yang bisa didapatkan. Di jaman sekarang, rasanya sangat wajar jika anda memutuskan untuk menambah budget campaign sebab mengumpulkan data dari berbagai platform tidak mudah. Selain itu, konsumen juga saat ini semakin pintar. Jika dulu mereka mengambil keputusan setelah melihat iklan di media cetak dan elektronik, sekarang banyak konsumen yang melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk membeli. Tantangan Influencer marketing merupakan tren baru di dunia digital yang marak dalam 2-3 tahun terakhir. Banyak perusahaan yang memanfaatkan jasa influencer untuk mempromosikan produk mereka. Sama seperti metode marketing lain, manajemen adalah hal utama. Jika anda tidak memiliki tim khusus untuk ini, solusinya adalah dengan memakai jasa pihak ketiga. Saat ini sudah tersedia turnkey service khusus untuk influencer marketing. Ini tidak hanya menghemat biaya, tapi juga bisa menghemat waktu anda. Influencer semakin profesional Seiring dengan semakin populernya promosi di jalur ini, influencer juga melakukan penyesuaian dengan meningkatkan kualitas konten mereka. Bahkan tak jarang influencer yang menjadikan endorse sebagai pendapatan utama mereka. Peran influencer sangat besar, bisa dibuktikan dengan tingginya user engagement mereka. Namun begitu, tidak semua dari mereka tahu bagaimana mempromosikan produk secara efektif. Sebaiknya pilih influencer yang paham bagaimana membujuk follower agar mau memakai produk/jasa yang ditawarkan. Pengguna sosmed tidak bodoh. Mereka tahu mana unggahan-unggahan yang disponsori dan mana yang bersifat personal. Rata-rata unggahan yang sponsored punya jumlah like lebih sedikit ketimbang unggahan langsung dari influencer. Tugas influencer adalah membuat agar unggahan sponsor mendapatkan engagement yang tinggi. Jika tidak, takutnya sponsor akan merugi, apalagi jika mereka sudah mengeluarkan dana besar untuk kampanye tersebut. Konten video semakin diminati Konten digital yang kerap dipergunakan untuk promosi adalah foto dan video. Meski video bukan media baru, tapi perannya semakin besar di industri digital marketing. Banyak konten yang belakangan viral berformat video. Maka dari itu, tak heran jika banyak pengusaha fokus membuat iklan video ketimbang foto. Para ahli menyebut bahwa konsumsi video hingga tahun 2020 akan mencapai 80% dari traffic global. Youtube menjadi salah satu bukti betapa konten video sangat diminati. Platform ini punya ‘staying power’ yang besar. Tidak hanya lebih menarik, namun video juga sangat baik dalam meningkatkan pemahaman terkait produk yang ditawarkan. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna internet lebih suka menonton video ketimbang membaca teks untuk mendapatkan informasi sebuah produk atau jasa. Instagram is the future Terlepas dari besarnya peran video, platform photo-sharing seperti Instagram masih mendapatkan tempat di hati masyarakat. Faktanya Instagram lebih dulu dikenal dengan fitur photo sharing-nya, hanya baru-baru ini saja fitur-fitr lain seperti video dan stories mulai dipergunakan. Popularitas seorang publik figur bisa dilihat dari social following mereka. Dari sekian banyak media sosial, Instagram masih menjadi salah satu yang teratas. Jumlah follower yang dimiliki oleh seorang publik figur sering dijadikan petunjuk seberapa besar pengaruh mereka di dunia maya. Keluarga Kardashian misalnya, besar ketika internet sedang berkembang pesat. Maka dari itu, tak heran jika hampir semua anggota keluarga tersebut punya social following yang besar. Unggahan-unggahan yang mereka posting punya raihan audiens tinggi, jadi wajar jika perusahaan berani membayar besar untuk mempromosikan produk di akun mereka.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/studi-pemasaran-influencer-terbaik-saat-ini/">Studi Pemasaran Influencer Terbaik Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hastag di Instagram Tidak Menambah Engagement</title>
		<link>https://ronif.com/hastag-di-instagram-tidak-menambah-engagement/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 May 2018 23:39:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[follower instagram]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hashtag merupakan bagian tak terpisahkan dari konten media sosial. Setiap kali orang ingin memposting sesuatu, baik di Twitter, Instagram, maupun Facebook, tak jarang mereka menyelipkan hashtag yang mewakili isi postingan tersebut. Sebagai salah satu jejaring sosial terpopuler, Instagram menarik minat banyak internet marketer untuk berpromosi. Dan dalam rangka meningkatkan user engagement, mereka sering menerapkan teknik-teknik khusus seperti memakai hashtag secara berlebihan. Tapi, apakah cara Hastag di Instagram tidak menambah Engagement benar? Tidak selalu Jika anda merupakan pengguna aktif Instagram, anda mungkin sudah sering melihat bagaimana post yang punya banyak hashtag hanya di-like beberapa puluh atau ratus akun saja. Sebaliknya, unggahan yang tidak punya hashtag sama sekali tapi dipost oleh selebritis punya banyak sekali like. Yap, dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa hashtag sebenarnya tidak secara langsung berpengaruh terhadap jumlah follower dan engagement. Namun begitu, masih banyak yang beranggapan bahwa hashtag punya andil besar dalam menambah follower. Lalu, apakah hashtag tidak ada gunanya? Ini juga tidak benar. Hashtag tetap bisa meningkatkan visibilitas dari unggahan, tapi kita tidak bisa berharap berlebihan, misalnya agar unggahan mendapatkan jumlah like ratusan ribu. Yang lebih menentukan jumlah like adalah kepopuleran akun serta seberapa viral konten yang diposting. Jika konten yang dipos go-viral, maka tanpa hashtag sekalipun jumlah like pasti akan sangat tinggi. Selain itu, orang juga lebih tertarik untuk membagikan konten tersebut. Lalu, bagaimana cara meningkatkan value dari hashtag? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda coba: Tag akun populer Salah satu cara meningkatkan atensi publik terhadap unggahan Instagram adalah dengan men-tag akun-akun populer. Ini mungkin tidak secara langsung menambah like. Tapi jika akun tersebut memutuskan untuk me-link balik, follower akun bersangkutan akan mampir ke akun anda. Alhasil, jumlah like akan bertambah jika follower menganggap konten anda berkualitas. Kita bisa men-tag hingga 20 akun pada setiap post, jadi pergunakanlah secara bijak. Jangan melakukan spam karena ini bisa berakhir dengan blacklist pada akun anda. Manfaatkan micro-influencer Micro influencer adalah akun-akun yang belum besar, tapi sedang berkembang ke arah sana. Jumlah akun Instagram micro sebenarnya jauh lebih banyak ketimbang akun-akun yang punya ratusan ribu hingga jutaan follower. Untuk mem-post produk di akun ternama, anda harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan ada yang mematok harga belasan juta rupiah sekali posting. Nah, jika tidak ada dana untuk itu, anda bisa beralih ke akun micro. Tidak masalah jika anda berpromosi ke akun dengan follower 1.000 hingga 50.000. Asalkan promosi dilakukan secara rutin, target audiens pasti akan meningkat. Dan ini akan berdampak secara langsung pada penjualan. Micro-influencer seperti ini biasanya tidak mematok harga terlalu tinggi sebab mereka punya jumlah follower terbatas. Cara ini lebih efektif untuk meningkatkan user engagement ketimbang memakai hashtag secara berlebihan. Tingkatkan kualitas konten Faktanya kualitas konten punya efektivitas lebih tinggi daripada hashtag. Banyak post Instagram yang viral tanpa perlu hashtag sama sekali. Lalu, apa yang membuat unggahan terlihat menarik? Yang pertama, konten yang dibuat harus mengandung topik-topik yang sedang tren. Misalnya saja, belakangan ini aplikasi Tik Tok sedang tren di dunia maya. Banyak post Instagram yang mendapatkan like tinggi karena men-share video Tik Tok. Anda bisa memanfaatkan ini untuk menambah follower dan meningkatkan user engagement. Yang juga penting adalah bagikan unggahan di jam-jam sibuk atau ketika orang sedang aktif-aktifnya bermain Instagram, biasanya di kisaran jam 11-1 siang, dan jam 7-9 malam. Selain video, foto juga bisa menarik banyak like. Hanya saja anda harus membuatnya semenarik mungkin secara visual. Selain itu, idenya juga harus brilian. Jangan hanya comot gambar dari internet lalu me-repost di akun. Ini terlihat tidak menarik bagi banyak orang. Libatkan follower Cara lain yang juga efektif dalam meningkatkan engagement adalah melibatkan follower secara langsung. Misalnya saja, anda bisa mengadakan program giveaway dan memberikan hadiah kepada mereka yang ikut serta. Buat persyaratan khusus, yaitu me-mention akun anda dan membuat tag yang relevan. Selain itu, minta juga mereka men-share unggahan tersebut ke beberapa akun lain. Ini pasti bisa meningkatkan traffic menuju post tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/hastag-di-instagram-tidak-menambah-engagement/">Hastag di Instagram Tidak Menambah Engagement</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Periklanan Di Media Sosial Yang Patut Dicoba</title>
		<link>https://ronif.com/program-periklanan-di-media-sosial-yang-patut-dicoba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2017 11:53:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[program periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beriklan di media sosial memberikan banyak keuntungan. Di samping fanbase yang besar, media sosial juga punya pengguna dari berbagai latar belakang. Jadi anda bisa memaksimalkan efektivitas promosi dengan mencari tahu karakteristik pengguna dari setiap media sosial. Promosi di sosmed sangat fleksibel, artinya anda bisa menentukan budget berapapun. Waktu promosi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ada pula opsi targeting yang memungkinkan iklan dibaca hanya oleh pengguna tertentu saja. Kali ini kami ingin membahas beberapa program periklanan di media sosial yang patut dicoba. Facebook Dynamic Ads Layanan periklanan ini diperkenalkan oleh Facebook sekitar 2 tahun lalu. Sudah banyak yang membuktikan efektivitasnya. Fitur yang tersedia juga beragam, termasuk retargeting untuk e-commerce dan retailer. Sejak pertama kali diluncurkan, Facebook Dynamic ads sudah mendapatkan beragam pembaruan dari segi fitur. Yang terbaru adalah fitur audiens untuk targeting yang lebih baik. Dengan fitur ini, advertiser berpeluang meraih pengguna di luar orang-orang yang sudah pernah mengunjungi website mereka. Ini tentu sangat baik sebab memperkenalkan produk kepada pengguna baru merupakan tujuan utama dari promosi. Ketika sudah nyaman dengan sebuah teknik promosi, jangan lupa untuk mengeksplor teknik promosi lain sebab kemungkinan besar audiens yang dimiliki benar-benar berbeda. Jangan hanya terpaku hanya pada satu metode saja. Kombinasikan dengan metode lain agar iklan bisa dilihat oleh lebih banyak orang. Tentu tidak mudah untuk mencari orang-orang baru, tapi ada algoritma khusus pada layanan ini yang memungkinkan advertiser men-track visitor berdasarkan tingkah laku mereka di internet. Snapchat ads Fitur ini sudah ada sejak sebulan lalu. Pengguna diperbolehkan memakai data dari pihak ketiga untuk targeting iklan. Meski fitur serupa sudah ada pada media sosial lain, tapi untuk snapchat ini merupakan yang pertama kali. Mereka bekerjasama dengan Oracle Data Cloud untuk melayani advertiser yang ingin memperluas target audiens mereka. Ada banyak fitur menarik lainnya, seperti One Hundred Targeting Audiences dan Snap Audience Match. Kerjasama dengan pihak ketiga membuat Snapchat menjadi platform yang tepat untuk berpromosi. Siapapun bisa beriklan disini, baik perusahaan yang baru merintis atau yang sudah established. Snapchat bisa menjadi alternatif jika semua metode promosi sudah dijalankan, seperti periklanan media cetak dan elektronik. Snapchat punya pengguna aktif yang berasal dari kalangan muda. Jadi jika anda ingin mempenetrasi pasar ini, cobalah berpromosi disini. Pinterest promoted pins Pinterest juga punya fitur berbayar untuk membangun reputasi brand. Pinterest merupakan salah satu jejaring sosial terpopuler. Ada banyak fitur keren yang ditawarkan, salah satunya adalah promoted pins untuk aplikasi. Fitur ini untuk sementara hanya bisa dipergunakan pada perangkat berbasis iOS. Versi Android diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat. Banyak internet marketer yang mendapatkan feedback positif dari layanan ini, jadi anda juga perlu mencobanya. Pinterest memiliki fanbase yang punya ketertarikan besar terhadap ide-ide baru. Jadi menurut kami strategi marketing ini bisa diaplikasikan pada bisnis apa saja. Tidak ada salahnya mencoba dan mencari tahu apa dampaknya terhadap brand perusahaan anda. Cara kerjanya mirip dengan iklan berbayar lain. Yaitu pengguna akan diantarkan menuju halaman instalasi aplikasi. Mereka akan lebih mengenal produk dan layanan anda setelah melakukan menginstalasi aplikasi dan menjalankannya. Karena berbasis aplikasi, anda terlebih dahulu harus mengembangkan aplikasi yang berkualitas. Kembangkan lagi user interface dan perbaiki bug yang ada. Kalau sudah siap, silakan promosikan dengan promoted pins. Itu tadi beberapa program periklanan di media sosial yang patut dicoba.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/program-periklanan-di-media-sosial-yang-patut-dicoba/">Program Periklanan Di Media Sosial Yang Patut Dicoba</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Promosi Harus Berorientasi Pada Orang, Bukan Perangkat</title>
		<link>https://ronif.com/promosi-harus-berorientasi-pada-orang-bukan-perangkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ketut]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2017 12:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketer]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[social marketing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://ronif.com/?p=2194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin kita sudah membahas seputar cross-device marketing. Meski teknik ini efektif, namun anda tetap harus ingat bahwa yang melakukan pembelian bukanlah perangkat, melainkan orang yang berada di balik perangkat tersebut. Maka dari itu, anda harus melakukan penyesuaian agar calon konsumen tertarik untuk memakai produk yang ditawarkan. Tugas utama dari seorang internet marketer adalah untuk membangun percakapan dengan klien hingga ia memutuskan untuk melakukan pembelian. Jadi meski optimasi perangkat sangat penting, anda tetap harus melakukan pendekatan secara personal. Memang tidak semua percakapan akan berakhir dengan pembelian. Bahkan lebih sedikit lagi yang akan berubah menjadi pelanggan tetap. Namun itu seharusnya tidak menjadi halangan. Katakanlah konversi hanya 5-10%, itu sudah cukup besar dan memberikan profit yang signifikan. Pendekatan di media sosial Ketika berbicara soal promosi harus berorientasi pada orang, maka social media seperti Facebook dan Instagram merupakan pilihan yang tepat. Interaksi pengguna pada media sosial sangat tinggi. Buatlah beberapa akun sosmed, lalu kelola secara profesional. Pasang header agar orang tahu brand dan logo dari perusahaan anda. Kemudian tambahkan pula informasi lengkap seputar perusahaan, mulai dari alamat, latar belakang, visi &#38; misi, kontak, dll. Banyak orang memiliki beberapa perangkat yang berbeda. Jadi mereka tidak hanya online lewat Smartphone saja, tapi juga sesekali lewat laptop dan perangkat lainnya. Tidak peduli seberapa banyak perangkat yang anda miliki, tetap saja yang berada di baliknya adalah orang yang sama. Lakukanlah penyesuaian promosi untuk klien tersebut. Track IP address Cara lain untuk mengetahui orang di balik sebuah perangkat adalah lewat IP address. Dari sekian banyak pengguna internet, ada sebagian yang memakai IP statis. Anda bisa memakai tool untuk mem-filter IP mereka. Kumpulkan infomasi login sebab dari sana anda bisa mencari tahu apakah seseorang memiliki beberapa perangkat yang berbeda. Namun kesalahan juga sering terjadi jika anda tidak teliti. Hanya karena IP address atau HTTP header data sama, bukan berarti pemiliknya adalah orang yang sama. Yang dibutuhkan disini adalah observasi dan algoritma. Perlu pengumpulan data yang konstan untuk meyakinkan anda bahwa seseorang terkoneksi dengan beberapa perangkat berbeda. Keuntungan promosi pada orang Tujuan promosi yang berorientasi pada orang jelas, yaitu agar anda tidak membuang-buang budget. Ketika ada 4 perangkat berbeda dimiliki oleh orang yang sama, akan sangat konsumtif bila anda menerapkan promo yang sama untuk semua perangkat tersebut. Itulah mengapa anda perlu melakukan analisa seputar pengguna perangkat, bukan hanya perangkatnya saja. Pemikiran calon konsumen bisa berubah ketika ia melihat iklan pada beberapa perangkat berbeda. Perusahaan yang memasang iklan secara masif umumnya mendapatkan kepercayaan lebih dari para konsumen. Misalnya ketika seseorang melihat iklan pada Smartphone, kemudian ia kembali melihat iklan tersebut pada desktop ia akan lebih tertarik untuk mencari tahu lebih banyak soal iklan bersangkutan. Alhasil, kemungkinan terjadinya penjualan akan lebih besar. Promosi berulang memang penting, namun tetap harus ada diversifikasi konten agar pembaca tidak jenuh. Anda bisa menghemat budget, tapi jangan keterlaluan. Iklan yang jarang muncul justru bisa membuat anda rugi. Keunikan dari kampanye iklan masif adalah orang jadi tertarik untuk membicarakannya. The word of mouth tidak bisa disepelekan ketika sudah berbicara soal promosi online. Setelah berhasil mengidentifikasi seorang konsumen dan perangkat yang dimiliki, akan lebih mudah bagi anda untuk melakukan promosi berkelanjutan pada semua perangkat tersebut. Jadi kesimpulannya, promosi harus berorientasi pada orang, bukan perangkat.</p>
<p>The post <a href="https://ronif.com/promosi-harus-berorientasi-pada-orang-bukan-perangkat/">Promosi Harus Berorientasi Pada Orang, Bukan Perangkat</a> appeared first on <a href="https://ronif.com">Informasi Digital &amp; Berita Teknologi Terbaru</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/123 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis

Served from: ronif.com @ 2026-09-21 01:47:37 by W3 Total Cache
-->